Rabu, 02 September 2015

Pengertian dan Ciri - ciri Buku Sastra Anak

Sastra anak adalah sastra anak-anak dengan rentang usia bayi sampai remaja, termasuk buku-buku “berkualitas” baik, melalui prosa dan puisi, fiksi dan nonfiksi. (Tomlinson dan Lynch-Brown dalam D. M. Barone, 2011: 6). Lebih lanjut yang dimaksud dengan buku yang berkualitas adalah salah satu yang pada saat tertentu menyebabkan pembaca merasa dan berpikir. Tunnell dan Jacobs (2008) berpendapat topik buku yang bagus adalah yang menuangkan "rasa hormat". D. M. Barone (2011: 6)

Selain itu, ada beberapa pendapat lain terkait dengan definisi sastra anak. Menurut B. Nurgiyantoro (2005: 6) Sastra anak adalah sastra yang secara emosional psikologis dapat ditanggapi dan dipahami oleh anak yang berangkat dari fakta konkret yang dapat diimajinasikan. Sedangkan menurut Davis Sastra anak adalah sastra yang dibaca anak-anak dengan pengarahan anggota dewasa suatu masyarakat, sedang penulisnya juga dilakukan orang dewasa. Dalam Sarumpaet (2010: 2).

Lukens (2003) mendefinisikan sastra anak adalah sebuah karya yang menawarkan dua hal utama: kesenangan dan pemahaman. Heru Kurniawan (2009: 22). Senada dengan apa yang disampaikan oleh  Seorang penyair Italia, Quintus Horatius Flaccus berpendapat bahwa sastra berfungsi ganda “Dulce Et Utile” (Menghibur dan Bermakna), jadi sastra paling tidak harus memuat dua fungsi yang dimaksud Flaccus. Dari beberapa definisi yang telah diuraikan di atas dan ditambah dengan muatan fungsi sastra menurut Flaccus.

Definisi lain tentang sastra anak adalah cerita yang mengacu pada korelasi dengan dunia anak-anak (dunia yang dipahami anak) dan bahasa yang digunakan sesuai dengan perkembangan intelektual dan emosional anak (bahasa yang dipahami anak-anak). Heru Kurniawan (2009: 22).
Jadi, sastra anak dapat difokuskan untuk anak-anak dengan rentang usia dari 0-11/12 tahun atau berdasarkan pada teori psikologi J. Piaget (Sensorimotor, tahap Preoperasional, dan tahap Operasional Konkret), yang pada masa ini anak-anak hanya dapat memahami sesuatu yang bersifat konkret, adapun imajinasi yang bersifat fantasi atu berlebihan, itu semua masih dapat diterima oleh anak-anak.



Ciri-ciri sastra anak
Ada beberapa yang menjadi ciri khas dari sastra anak yang dapat dibedakan dengan sastra remaja atau sastra dewasa. Berikut adalah ciri-ciri sastra anak yang dirangkum dari Suyatno (2009), Sarumpaet (2009), dan B. Nurgiyantoro (2005).
a) Tokoh yang terlibat  dalam cerita diperkenalkan terlebih dahulu.
Setiap tokoh yang berperan dalam cerita atau sastra anak diperkenalkan terlebih dahulu, sedangkan pada cerita remaja atau dewasa pengenalan tokoh dapat terjadi ketika cerita sedang berlangsung.


b) Dalam penceritaan selalu dibarengi dengan gambar
Untuk sastra anak-anak, penceritaan diperkuat dengan gambar. Tujuan dari iringan gambar pada penceritaan adalah untuk memperkuat penceritaan sehingga anak-anak lebih mudah memahami cerita. Selain itu kehadiran gambar adalah salah satu sarana untuk menarik perhatian.


c) Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami
Bahasa yang digunakan dalam penceritaan cenderung mudah untuk dipahami oleh anak-anak dan tidak menggunakan bahasa yang kompleks seperti karya sastra yang ditujukan untuk remaja atau dewasa.


d) Desain buku bacaan yang unik untuk menarik prhatian
Desain buku untuk anak-anak cenderung berbeda dengan buku-buku remaja, buku anak lebih menggunakan desain yang berbeda seperti bentuk yang menyerupai buah-buahan, atau dengan kombinasi warna yang menarik perhatian.


e) Penceritaan cenderung terkait dengan kehidupan anak (keluarga, teman, guru, dll).
Penceritaan selalu dikaitkan dengan kehidupan anak-anak, sehingga pesan yang ingin disampaikan tercapai. Meskipun penceritaan dalam bentuk fabel dan cerita fantasi, namun penceritaan tetap berpusat pada kehidupan yang dialami anak-anak.
 

f) Diakhir cerita selalu menggembirakan tokoh utama.
Penceritaan dalam sastra anak selalu berakhir dengan kegembiraan pada tokoh utama sebagai fokus penceritaan. Tidak hanya tokoh utama, tokoh antagonis dalam penceritaanpu selalu berakhir dengan sadar dan berubah dengan sifat baik.
g) Dikaitkan dengan psikologi perkembangan anak (Operasional konkret).
Penceritaan, penggambaran, latar, dll. Selalu dikaitkan dengan psikologi anak yang hanya dapat memahami sesuatu yang bersifat konkret.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar